Album Kantata Takwa 1990
Air Mata
Iwan Fals &
Jockie (Album Kantata Takwa 1990)
Disini
kita bicara
Dengan
hati telanjang
Lepaslah
belenggu
Sesungguhnya
lepaslah
Sesuatu
yang hilang
Sudah
kita temukan
Walau
mimpi ternyata
Kata
hati nyatanya
Bagaimanapun
aku harus kembali
Walau
berat aku rasa kau mengerti
Simpanlah
rindumu jadikan telaga
Agar
tak usai mimpi panjang ini
Air
mata nyatanya
Sampai
berapa lama
Kita
akan bertahan
Bukan
soal untuk dibicarakan
Mengalirlah
Mengalirlah
Mengalirlah
Balada
Pengangguran
Iwan Fals,
Jockie, Jabo & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
O,
apa jadinya?
E,
ini apa?
O,
apa jadinya?
E,
aku lesu?
Dibolak
balik dinalar nalar
Tanpa
logika oh ya!
Diraba
raba diterka terka
Tidak
terduga oh ya!
Misteri
ijazah tidak ada gunanya
Ketekunan
tidak ada artinya
Pembangunan
oh!
Pengangguran
ya!
Ya
ha ha ha
Oh
ya!
Penerangan
oh!
Kegelapan
ya!
Putus
asa oh ya
Oh
ya o!
Akan
merampok takut penjara
Menyanyi
tidak bisa
Bunuh
diri ku takut neraka
Menangis
tidak bisa
Kaki
lima oh!
Kaki
lima ya!
Kaki
lima oh!
Oh
ya!
Makan
debu huh!
Makan
debu iya!
Ya
janji palsu
Oh
ya!
Dibolak
balik dinalar nalar
Tanpa
logika oh ya!
Diraba
raba diterka terka
Tidak
terduga oh ya!
Menghutang
lalu lagi menghutang
Tahu
tahu menipu
Pembangunan
oh!
Pengangguran
ya!
Pengangguran
oh!
Oh
ya!
Penyuluhan
oh!
Kegelapan
ya!
Putus
asa oh!
Oh
ya!
Menghutang
lalu lagi menghutang
Tahu
tahu menipu
Pembangunan
oh!
Pengangguran
ya!
Pengangguran
oh!
Oh
ya!
Menghutang
lalu lagi menghutang
Tahu
tahu menipu
Penyuluhan
oh!
Kegelapan
ya!
Putus
asa oh!
Oh
ya!
Menghutang
lalu lagi menghutang
Tahu
tahu menipu
Pembangunan
oh!
Pengangguran
ya!
Pengangguran
oh!
Oh
ya!
Menghutang
lalu lagi menghutang
Tahu
tahu menipu
Gelisah
Iwan Fals,
Jockie & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
Anak
muda diujung jalan
Petik
gitar jilati malam
Mata
merah hatinya berdarah
Sebab
apa tiada yang mau tahu
Pada
kelelawar ia mengadu
Pada
lampu lampu jalan sandarkan angan
Pada
nada nada lontarkan marah
Pada
alam raya ia berterus terang
Aku
gelisah
Orang
tua diremang remang
Cari
teman hamburkan uang
Senyum
ramah tak ada dirumah
Sebab
apa tiada yang mau tahu
Pada
kelelawar ia mengadu
Pada
lampu lampu jalan sandarkan angan
Pada
nada nada lontarkan marah
Pada
alam raya ia berterus terang
Aku
gelisah
Aku
gelisah
Gelisah
jiwa bagai prahara
Orang
muda orang tua
Penuh
amarah membabi buta
Gelisah
hidup penjara dunia
Penjara
dunia
Padang
gelisah panas membara
Hutan
gelisah memagar hidup
Gelisah
langit muntahkan badai
Kebimbangan
lahirkan gelisah
Jiwa
gelisah bagai halilintar
Aku
gelisah
Aku
gelisah
Orang
orang saling bertengkar
Untuk
apa bukan soal lagi
Keserakahan
sudah menjadi nabi
Kekuasaan
adalah jalan keluar
Pada
kelelawar ia mengadu
Pada
lampu lampu jalan sandarkan angan
Pada
nada nada lontarkan marah
Pada
alam raya ia berterus terang
Aku
gelisah
Aku
gelisah
Orang
muda penuh luka
Terkoyak
nasib tertikam gelisah
Membalik
hidup menerkam nasib
Gelisah
badan gelisah tidur
Lingkaran
gelisah lingkaran setan
Menggelinding
menggelinding
Datang
dan pergi
Memagar
hidup
Adakah
orang tidak gelisah
Gelisah
gelisah dunia gelisah
Aku
gelisah
Aku
gelisah
Aku
gelisah
Kantata Takwa
Iwan Fals, Djody
& Jockie (Album Kantata Takwa 1990)
Malam
khusuk menelan tahajjudku
Lidah
halilintar menjilat batinku
Mentari
dan cakrawala kenyataan hidup
Hanya
padaMulah kekuasaan kekal
Ingatlah
Allah yang menciptakan
Allah
tempatku berpegang dan bertawakal
Allah
maha tinggi dan maha esa
Allah
maha lembut
Lindungilah
dari ganas dan serakah
Lindungilah
aku dari setan kehidupan
Berikan
mentariMu sinar takwa
Ya
ampunilah dosa
Gerhana
matahari kuasaMu
Bumi
langit manusia ciptaanMu
Hari
kiamat ada di tanganMu
Aku
bersujud
Kesaksian
Iwan Fals,
Jockie, Jabo & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
Aku
mendengar suara
Jerit
makhluk terluka
Luka
luka hidupnya
Luka
Orang
memanah rembulan
Burung
sirna sarangnya
Sirna
sirna hidup redup
Alam
semesta luka
Banyak
orang hilang nafkahnya
Aku
bernyanyi menjadi saksi
Banyak
orang dirampas haknya
Aku
bernyanyi menjadi saksi
Mereka
dihinakan
Tanpa
daya
Ya
tanpa daya
Terbiasa
hidup sangsi
Orang
orang harus dibangunkan
Aku
bernyanyi menjadi saksi
Kenyataan
harus dikabarkan
Aku
bernyanyi menjadi saksi
Lagu
ini jeritan jiwa
Hidup
bersama harus dijaga
Lagu
ini harapan sukma
Hidup
yang layak harus dibela
Nocturno
Iwan Fals, Jockie,
Djody & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
Aku
rasa hidup tanpa jiwa
Orang
yang miskin ataupun kaya
Sama
ganasnya terhadap harta
Bagai
binatang didalam rimba
Kini
pikiranku kedodoran
Dilanda
permainan yang brutal
Aku
dengar denyut kesadaran
Tanganku
capek mengetuk pintu
Sialan!
Sialan!
Jaman
edan tanpa kewajaran
Gambar
iklan jadi impian
Akal
sehat malah dikeluhkan
Monyet
sinting minta persenan
Sialan!
Sogokan!
Sialan!
Sogokan!
Aku
panggil kamu jiwaku
Kugapai
kamu dikegelapan
Jadilah
kamu bintangku
Jadilah
kamu samuraiku
Sialan!
Sogokan!
Godaan!
Sialan!
Sogokan!
Godaan!
Sialan!
Godaan!
Sialan!
Orang Orang
Kalah
Iwan Fals,
Jockie, Djody & Jabo (Album Kantata Takwa 1990)
Malam
yang gelap mencekik bumi
Anjing
menggonggong bayi merintih
Orang
dipaksa saling memojokkan
Buta
langkah buta mata hatinya
Hati
yang menganga
Kosong
tak berdarah
Tidak
bercahaya
Manusia
sembunyi dibalik wajahnya
Kata
kata suci berubah makna
Hukum
rimba telah menjadi dewa
Siapa
kalah terkubur hidupnya
Mayat
mayat hidup
Sumbang
suaranya
Dimana
tempatnya?
Mereka
yang telah kalah
Terkapar
tak berdaya
Mencoba
mengucap doa
Berserakan
dijalan menjadi srigala
Orang
kalah
Jangan
dihina
Dengan
cinta
Kita
bangunkan
Dikamar
aku berkaca
Tampak
wajah yang asing
Mentertawakanku
Aku
terdiam
Aku
merasa
Pernah
juga kalah
Siang
yang kering terasa menyiksa
Hati
yang kering terlunta lunta
Hentikan
caci maki tak berguna
Dimata
tuhan kita tak berbeda
Dengarlah
suara
Mengajak
kita
Berbagi
duka
Mereka
yang pernah kalah
Belum
tentu menyerah
Memang
jangan menyerah
Masih
banyak lagi yang bisa dikerjakan
Orang
kalah
Jangan
dihina
Dengan
cinta
Kita
bangunkan
Dikamar
aku berkaca
Tampak
wajah yang asing
Mentertawakanku
Aku
terdiam
Aku
merasa
Aku
terdiam
Aku
terdiam
Aku
terdiam
Aku
terdiam
Aku
merasa
Pernah
juga kalah
Paman Doblang
Karya : Iwan
Fals, Jockie & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
Paman
Doblang paman Doblang
Mereka
masukkan kamu kedalam sel yang gelap
Tanpa
lampu tanpa lubang cahaya
Oh
pengap
Ada
hawa tak ada angkasa ( terkucil )
Temanmu
beratus ratus nyamuk semata ( terkunci )
Tak
tahu kapan pintu akan terbuka
Kamu
tak tahu dimana berada
Paman
Doblang paman Doblang
Apa
katamu?
(
...Ketika haus aku minum air dari kaleng karatan
Sambil
bersila aku mengarungi waktu
Lepas
dari jam, hari dan bulan Aku dipeluk oleh wibawa... )
Tidak
berbentuk, tidak berupa, tidak bernama
Aku
istirahat disini
Tenaga
gaib memupuk jiwaku
Paman
Doblang paman Doblang
Di
setiap jalan menghadang mastodon dan srigala
Kamu
terkurung dalam lingkaran
Para
pangeran meludahi kamu dari kereta kencana
Kaki
kamu dirantai kebatang karang
Kamu
dikutuk dan disalahkan tanpa pengadilan
Paman
Doblang paman Doblang
Bubur
di piring timah didorong dengan kaki kedepanmu
Paman
Doblang paman Doblang
Apa
katamu?
Kesadaran
adalah matahari
Adalah
matahari adalah matahari
Kesabaran
adalah bumi
Adalah
bumi adalah bumi
Keberanian
menjadi cakrawala
Menjadi
cakrawala menjadi cakrawala
Dan
perjuangan
Adalah
pelaksanaan kata kata
Adalah
pelaksanaan kata kata
Kesadaran
adalah matahari
Adalah
matahari adalah matahari
Paman
Doblang paman Doblang
Apa
katamu?
Rajawali
Iwan Fals,
Jockie, Jabo & WS Rendra (Album Kantata Takwa 1990)
Satu
sangkar dari besi
Rantai
kasar pada hati
Tidak
merubah rajawali
Menjadi
burung nuri
Rajawali
Rajawali
Satu
luka perasaan
Maki
puji dan hinaan
Tidak
merubah sang jagoan
Menjadi
makhluk picisan
Rajawali
Rajawali
Rajawali
Rajawali
Burung
sakti diangkasa
Lambang
jiwa yang merdeka
Pembela
kaum yang papa
Penggugah
jiwa lara
Rajawali
Rajawali
Rajawali
Rajawali
Jiwa
anggun teman sepi
Jiwa
gagah pasti diri
Sejati
Bertahan
pada godaan
Prahara
atau topan
Keberanian
Setia
kepada budi
Setia
pada janji
Kegagahan
Menembus
kabut malam
Menguak
cadar fajar
Mendatangi
matahari
Memberi
inspirasi
Mendaki
Mendaki
Meninggi
Meninggi
Bersemi
Bersemi
Mendaki
Mendaki
Sang Petualang
Karya : Iwan
Fals & Robin (Album Kantata Takwa 1990)
Laut
biru begitu lapang
Dan
gelombang menghalau bosan
Petualang
bergerak tenang
Melihat
diri untuk pergi lagi
Ya
sejenak hanya sejenak
Ia
membelai semua luka
Yang
sekejap hanya sekejap
Ia
merintih pada samudera
Sebebas
camar engkau berteriak
Setabah
nelayan menembus badai
Seikhlas
karang menunggu ombak
Seperti
lautan engkau bersikap
Petualang
merasa sunyi
Sendiri
di hitam hari
Petualang
jatuh terkapar
Namun
semangatnya masih berkobar
Petualang
merasa sepi / merasa sunyi
Sendiri
dikelam hari
Petualang
jatuh terkulai
Namun
semangatnya bagai matahari
Sebebas
camar engkau berteriak
Setabah
nelayan menembus badai
Seikhlas
karang menunggu ombak
Seperti
lautan engkau bersikap
Ya
sang petualang terjaga
Ya
sang petualang bergerak
Ya
sang petualang terkapar
Belum ada Komentar untuk "Album Kantata Takwa 1990"
Posting Komentar